Hi,Welcome!

Low Cost Adventure Enthusiast
Follow Me

Ngetrip sendirian, why not?



By  Hendri Uut Fahrullah     Maret 05, 2018    Label: 

Tak terasa paket data beberapa Giga telah habis sebelum jatuh tempo masa berlakunya. Ternyata biang keladinya ialah terlalu seringnya mengakses youtube yang beberapa waktu ini aku lakukan. Melihat travel vlog dari beberapa traveller mbois memang bikin penasaran, juga bikin iri pastinya. Dalam benak berpikir, kok dengan mudahnya mereka melakukan kegiatannya. Ya kegiatannya sih mudah, travellingnya sih mudah, nah terus gimana dengan akomodasinya, gimana dengan waktunya. Kemudian akupun membandingkan dengan apa yang terjadi pada diriku sendiri. Sungguh, ini sangatlah sulit bagiku. Selain terbatas dengan biaya akomodasi juga karena sulitnya mencari pathner trip yang benar-benar mbois. Maksudnya, bukan berarti aku meremehkan kemampuan dari teman-temanku, namun karena sulitnya membujuk mereka untuk diajak dolan atau ngetrip bareng. Sebagian dari mereka beralasan karena faktor kesibukan. Bisa dibilang sih hampir sebagian dari rangkaian ngetrip ku dilakukan seorang diri atau solo backpacking.

Awalnya sih aku melakukan solo backpacking karena keterpaksaan yang terdorong oleh rangkaian rasa penasaran akan sebuah tempat yang ingin aku kunjungi. Namun setelah dirasa, mantab juga nih ngetrip sendirian. Ada beberapa kenikmatan menurutku ketika melakukan solo backpacking ketimbang ngetrip secara rame-rame atau keroyokan. Selain lebih detail dalam menikmati spot destinasi ternyata bisa lebih fleksible dalam menentukan waktu berapa lama, kapan, dan destinasi mana yang akan dituju yang kadang muncul dadakan diluar itenary dan list spot yang telah ditentukan. Bahkan beberapa teman di forum backpacker juga bercerita jika selama solo backpackingnya selalu bertemu dengan teman baru. Hal seperti itu sebenernya juga sering aku alami, ya walaupun sih belum yang teman rasa pacar gitu. 

 
backpackermbois.com
Mengagumi keeksotisan Candi Prambanan
Ketika ngetrip sendirian hal yang sering aku alami salah satunya ialah sedikit terbatasnya dalam bereksistensi (foto-foto). Beda lah pokoknya ketika pas rame-rame bareng teman, bisa gantian. Mau minta tolong ke orang juga sungkan. Lalu selanjutnya nyasar, karena di beberapa daerah tidak memungkinkannya untuk akses google map.  Bahkan dibeberapa pengalaman juga google map tidak memberikan hasil yang akurat, yaitu salah jalan atau memberikan jalan yang tidak semestinya. Namun demikian beberapa backpackers berpendapat itulah letak seninya ngetrip, karna kita tidak akan menduga hal apa yang akan ditemui dan bisa jadi hal tersebut ialah bentuk surprise, sesuatu yang menarik di luar list spot.


Sekedar saran aja, jika ingin melakukan solo backpacking  atau ngetrip sendirian cari informasi terlebih dahulu mengenai destinasi tujuan (akses, keadaan sosial, penginapan, berapa estimasi biaya, dan lain sebagainya) kepada teman yang pernah berkunjung kesana, atau bisa juga dengan sharing via group traveller atau couchsurfing. Seperti Forum Backpacker Indonesia itu merupakan pilihan yang menurutku cukup mbois. Pilihlah destinasi atau tujuan yang aman dan ramah buat wisatawan, dan juga yang memiliki cost rendah atau murah. Salah satunya bisa mencobanya ke Yogyakarta, Malang, Banyuwangi, atau tempat lain yang memiliki kredibilitas yang baik untuk wisatawan. Lalu selanjutnya, usahakan membawa lonely planet, atau paling tidak selembar printout peta untuk mengantisipasi jika kalau layanan google map tidak cukup membantu. And then, enjoy ur trip.

About Hendri Uut Fahrullah

Terlahir sebagai Orang Jawa. Pengagum sekaligus penikmat Gunung Hutan. Antusias terhadap Sejarah, Budaya, dan Kuliner pinggir jalan. - Low Cost Adventure Enthusiast.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar


Translate

logo

Backpackermbois.com merupakan sebuah personal blog dari Hendri Uut F.

Isi atau konten di dalam blog ini merupakan sebuah orisinalitas pengalaman pribadi mengenai kegiatan bertualang.